Jakarta, 28 Oktober 2020 - Pertamina Foundation melalui program PFSains berkomitmen mendukung penelitian kreatif dan inovatif anak bangsa untuk pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) demi tercapainya visi Indonesia Mandiri Energi 2035. Dalam program ini, peserta bersaing menunjukkan proyek inovasi EBT terbaik untuk memperoleh hadiah istimewa berupa dana pengembangan proyek sebesar setengah milyar rupiah, piala Menteri Riset dan Teknologi, dan kesempatan untuk mengimplementasikan proyek EBT bersama Pertamina Foundation. 


Setelah berhasil melewati tiga rangkaian seleksi ketat terhadap proposal dan video prototype inovasi peserta, terpilih 10 Finalis Proyek Inovasi EBT, antara lain:

1. Abhista Danis Wara dengan judul proyek “Floating Vertical Marine Tidal Stream Turbine 120 KW Selat Larantuka.”

2. Indra Cahyadi dengan judul proyek “Pengembangan Briket Tongkol Jagung sebagai Energi Terbarukan.”

3. M. Haekal Shafi dengan judul proyek “Perancanagan Horizontal Turbin Air Dengan Contraction Duct Untuk Pembangkit Listrik Di Desa Hingan.”

4. M. Rifqi Febrian dengan judul proyek “Solar Water Purification Hybrid.”

5. Rachmat Sofyan dengan judul proyek “Generator Bubu.”


6. Reza Yustika Bayuardi dengan judul proyek “Emdisi Project: Aplikasi Teknologi Microbial Desalination Cell sebagai Penghasil Air Bersih Berbasis Energi Baru Terbarukan Di Desa Ponu - Nusa Tenggara Timur.”

7. Sovia Rahmania Warda dengan judul proyek “Rancang Bangun Smart Generator Menggunakan Sistem Hybrid Energi sebagai Solusi Energi Terbarukan Untuk Daerah 3T.”

8. Stefani Resda dengan judul proyek “Hydrogen From Paper Fuel – Cell: Produksi Biohidrogen Dari Limbah Kertas Bekas dan Aplikasinya Dalam Sel Bahan Bakar (Fuel Cell) sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan Bagi Masyarakat Di Desa Bremas Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.”

9. Sylvia Ayu Pradanawati dengan judul proyek “Pemanfaatan Daun Teh Sisa Produksi sebagai Bahan Pengisi Solid Polymer Electrolyde.”

10. Yusiran dengan judul proyek “Smart Floating Ocean Current And Solar Hybrid Power Generation System sebagai Teknologi Pembangkit Listrik Masyarakat Pesisir.”

Selanjutnya, 10 finalis akan diberikan waktu selama 11 hari untuk melakukan penyempurnaan cara kerja dan prototype proyek inovasi EBT mereka untuk dimplementasikan langsung di lapangan. Finalis juga akan mengikuti PFSains Camp bersama Pertamina dan Pertamina Foundation yang akan diselenggarakan pada 09-10 November 2020.

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari merasa bangga dengan proyek inovasi EBT peserta PFSains dan berharap inovasi mereka mampu berkontribusi untuk menyediakan energi bersih dan terjangkau. “Peserta PFSains benar-benar menantang kami para juri untuk memberikan feedbacks, reviews, dan pujian terbaik kami terhadap proyek mereka. Aspek operasional dan teknis, model bisnis, dan kesiapan proyek untuk implementasi di masyarakat akan disempurnakan lebih matang lagi oleh para finalis. Saya berharap proyek inovasi EBT mereka mampu memberikan kontribusi untuk pemenuhan energi bersih dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat 3T,” ujar Agus

Selain kompetisi proyek inovasi EBT, Pertamina Foundation masih punya kompetisi lainnya di bawah naungan program PFSains, yaitu kompetisi teori sains. Kompetisi teori sains merupakan olimpiade sains tingkat universitas di bidang Matematika, Fisika, Biologi, dan Kimia. Kompetisi ini bertujuan untuk menciptakan generasi pemikir yang inovatif sehingga mampu memberikan solusi inovatif bagi permasalahan energi di Indonesia. Pendaftaran kompetisi teori sains masih dibuka mulai 3 Agustus hingga 6 November 2020. Kalian mahasiswa/i yang tertantang untuk mengikuti kompetisi ini bisa segera mendaftar melalui website www.sobatbumi.id